Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Sawah di Subang Berkurang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Mentan Cari Lahan Pengganti

Sawah di Subang Berkurang
Skintific

Sawah di Subang Berkurang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Mentan Cari Lahan Pengganti

Koran Depok Sawah di Subang Berkurang salah satu kabupaten di Jawa Barat yang dikenal dengan produksi padi yang melimpah, kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan ketahanan pangan. Luas lahan sawah yang semakin berkurang akibat konversi lahan dan pembangunan infrastruktur telah memicu kekhawatiran tentang kemampuan daerah ini untuk menjaga produksi padi. Menanggapi masalah ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo turun tangan untuk mencari solusi dengan melakukan peninjauan lapangan dan merencanakan pencarian lahan pengganti untuk sawah yang hilang.

Penurunan Luas Sawah di Subang: Masalah yang Mendesak

Konversi lahan untuk perumahan, industri, dan infrastruktur telah menyebabkan banyak area persawahan beralih fungsi. Menurut data dari Dinas Pertanian Subang, dalam lima tahun terakhir saja, sekitar 500 hektar sawah telah berubah menjadi lahan non-pertanian, dan tren ini terus berlanjut.

Skintific

Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa penurunan luas sawah ini bukan hanya masalah bagi petani, tetapi juga ancaman bagi ketahanan pangan di wilayah tersebut. “Subang memiliki peran yang sangat penting dalam menyuplai kebutuhan padi di Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan. Jika kita tidak segera bertindak, maka ancaman terhadap ketahanan pangan akan semakin nyata,” ungkapnya saat melakukan kunjungan ke beberapa lokasi sawah yang terancam alih fungsi.

Dedi Mulyadi Bakal Perketat Alih Fungsi Lahan Pertanian Dukung Ketahanan Pangan - SATUJABAR

Baca Juga:PPATK Buka Kembali Rekening yang Diblokir! Ini Alasan di Balik Pemblokiran Rekening Dormant

Kolaborasi Antara Gubernur dan Mentan: Menyusun Rencana Penggantian Lahan

Menghadapi permasalahan ini, Gubernur Dedi Mulyadi menggandeng Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk melakukan upaya yang lebih serius. Dalam beberapa kesempatan, kedua tokoh ini melakukan peninjauan lapangan ke beberapa daerah pertanian di Subang yang tengah menghadapi ancaman perubahan fungsi lahan. Mereka juga melakukan dialog dengan petani untuk mendengarkan langsung keluhan mereka terkait berkurangnya lahan pertanian.

Kami akan mengidentifikasi area-area yang memungkinkan untuk dijadikan lahan pertanian baru, terutama untuk padi,” ujar Syahrul.

Tantangan Konversi Lahan dan Pembangunan Infrastruktur

Penyebab utama berkurangnya luas sawah di Subang adalah konversi lahan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur dan perumahan. Meskipun hal ini memang mendukung pertumbuhan ekonomi, namun pembangunan yang tidak terencana dengan baik juga membawa dampak negatif terhadap sektor pertanian.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, konversi lahan sawah di Subang telah meningkat secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Perubahan fungsi lahan ini semakin mengurangi produktivitas pertanian dan menurunkan jumlah petani yang bisa bekerja di lahan yang tersedia.

Peran Gubernur Dedi Mulyadi dalam Upaya Penyelesaian Masalah

Ia menekankan bahwa perlu adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mencari solusi untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelangsungan sektor pertanian.

 Salah satunya adalah dengan menyediakan lahan pengganti yang layak untuk para petani,” kata Dedi Mulyadi dalam sebuah wawancara. meningkatkan ketahanan pangan di Subang,” ujar Dedi.

Skintific