1 Hadir dalam Acara Dedi Mulyadi di Hadapan Siswa Seskoau: Pikiran Cerdas adalah Syahwat Pemimpin”
Koran Depok – Hadir dalam Acara Ketika Dedi Mulyadi hadir dalam pertemuan formal dengan siswa Seskoau, beliau menekankan bahwa kepemimpinan bukan cuma tentang otoritas, tapi juga kecerdasan berpikir kritis dan rasional—mirip semangat yang ditunjukkannya saat mendorong transformasi pola pikir warga Jabar agar tidak terjebak gaya pendidikan Barat tanpa akar budaya.
2 Hadir dalam Acara Feature Kedekatan Emosional:
“Pemimpin yang Peduli: Dedi Mulyadi dan Siswa Seskoau Berbincang Pikiran Visioner”
Dalam dialog santun isi, Dedi menyoroti bahwa pemimpin masa depan—terutama yang terdidik di lingkungan militer—harus menyatukan IQ dan EQ, bukan hanya menunjukkan disiplin.
3 Hadir dalam Acara Analisis Politik & Pendidikan:
“Kecerdasan Pikiran dalam Kepemimpinan: Pilar Baru Diploma Militer ala Dedi Mulyadi”
Gaya kepemimpinan Dedi selalu memadukan logika praktis—seperti kurikulum wamil di SMA ataupun sekolah berbasis industri—dengan pembentukan karakter. Dalam konteks Seskoau, pesan beliau akan mempertegas bahwa pemimpin militer ke depan harus bisa mengolah data intelijen dan mengambil keputusan dengan baik, bukan hanya memerintah.
4 Kepemimpinan Mikir: Ketika Gubernur Jabar ‘Bangunkan’ Kepemimpinan Siswa-TNI Seskoau”
Kecerdasan pikiran sangat krusial di era disrupsi—baik di pemerintahan maupun militer
Tabel Ringkasan Gaya Artikel
| Gaya Tulisan | Fokus Utama |
|---|---|
| Liputan Naratif | Sosok Dedi sebagai inspirator dan narasumber dalam dialog di Seskoau |
| Feature Human-Interest | Dialog emosional antara Dedi dan siswa militer soal visi kepemimpinan |
| Analisis Kritis | Integrasi ide Dedi tentang kecerdasan pikiran dalam pendidikan militer |
| Opini Reflektif | Refleksi lebih luas soal perlunya kecerdasan berpikir dalam figur pemimpin |
Menurutnya, kecerdasan pikiran tidak hanya berkaitan dengan intelektualitas, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual yang mampu menyatukan hati dan akal dalam kepemimpinan.
“Kalau hanya mengandalkan otot atau instruksi, itu era lama. Sekarang, kita butuh pemimpin yang mampu mengendalikan ego, berpikir solutif, dan punya hati yang terhubung dengan rakyat,” lanjutnya.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa Seskoau menanggapi positif pemaparan Dedi dan menyebutnya sebagai sudut pandang segar dalam pendidikan militer, yang umumnya fokus pada disiplin dan strategi teknis.
Acara tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kepemimpinan strategis di lingkungan TNI AU, yang secara rutin mengundang tokoh-tokoh nasional dan daerah untuk berbagi pengalaman dan perspektif.












