Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Viral Rekaman Dugaan Pelecehan Guru di Depok, Polisi Turun Tangan

Skintific

Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru SMP di Depok Gegerkan Warga, Dua Siswi Jadi Korban dan Guru Sudah Dinonaktifkan

Koran Depok- Viral Rekaman di Kota Depok, Jawa Barat kembali diguncang kasus memprihatinkan, Seorang oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di wilayah tersebut diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap siswi di sekolahnya. Hingga kini, sudah ada dua siswi yang diduga menjadi korban tindakan tidak senonoh tersebut.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya sebuah rekaman suara yang diduga menampilkan percakapan tidak pantas dari sang guru kepada salah satu murid. Rekaman itu menyebar luas melalui media sosial dan grup percakapan masyarakat Depok, sehingga memicu kekhawatiran para orang tua siswa.

Skintific

Dua Siswi Diperiksa Polisi sebagai Saksi

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan mengenai kasus ini. Saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap dua orang siswi yang disebut menjadi korban.

“Korban ada dua orang. Mereka sudah memberikan keterangan kepada penyidik, namun untuk sementara masih diposisikan sebagai saksi,” jelas AKP Made Budi saat dikonfirmasi pada Senin (9/6/2025).

Viral Rekaman Dugaan Pelecehan Guru di Depok, Polisi Turun Tangan
Viral Rekaman Dugaan Pelecehan Guru di Depok, Polisi Turun Tangan

Baca Juga : Kota Depok, Polsek Cimanggis Berhasil Tangkap Tiga Begal Sadis

Sementara itu, oknum guru yang diduga sebagai pelaku juga telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak kepolisian. Namun, hasil pemeriksaan tersebut masih dirahasiakan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Terlapor sudah dipanggil dan dimintai keterangannya. Kasus masih kami dalami,” sambung Made.

Guru Telah Dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan

Menanggapi ramainya pemberitaan dan keresahan masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Depok pun angkat bicara. Kepala Dinas Pendidikan, Siti Chaerijah Aurijah, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa guru terduga pelaku sudah dinonaktifkan dari tugas mengajar selama proses hukum berjalan.

“Menanggapi informasi yang beredar terkait dugaan tindakan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan SMP negeri di Depok, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa. Ini adalah kejadian yang tidak kami harapkan dan kami pastikan ditindaklanjuti secara serius,” ujar Siti kepada wartawan pada Jumat (23/5).

Pihak Dinas Pendidikan juga menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, pihak sekolah, serta psikolog anak guna memberikan pendampingan terhadap para korban.

Respons Warga dan Orang Tua Murid

Kasus ini menimbulkan kegelisahan di kalangan orang tua siswa. Banyak dari mereka menyatakan kekecewaan karena pelaku berasal dari lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak menimba ilmu.

“Saya benar-benar tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi di sekolah negeri. Anak saya juga belajar di sana, saya jadi waswas,” ujar Wati (38), salah satu wali murid.

Beberapa warga meminta agar proses hukum berjalan transparan dan pelaku diberikan hukuman setimpal jika terbukti bersalah. Mereka juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan guru di sekolah-sekolah negeri.

Upaya Pemulihan dan Pencegahan

Dinas Pendidikan Kota Depok menegaskan bahwa mereka akan meningkatkan sistem pengawasan dan edukasi internal bagi tenaga pendidik. Selain itu, akan dilakukan penyuluhan mengenai batasan etika interaksi antara guru dan siswa agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Kami ingin membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Siti.

Skintific