Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

TPA Overload, Depok Terapkan Teknologi Pengolah Sampah Tanpa Limbah

Skintific

TPA Cipayung Penuh, Kodim 0508/Depok Hadirkan Solusi Zero Waste untuk Atasi Krisis Sampah

Koran Depok- Aroma tak sedap langsung menyambut siapa pun yang mendekati kawasan Tempat Pembuangan Akhir TPA Cipayung, Kota Depok. Gunungan sampah yang menjulang tinggi seperti bukit buatan itu telah lama menjadi masalah serius bagi warga sekitar. Sayangnya, hingga kini, belum ada solusi konkret yang benar-benar mampu mengatasi permasalahan tersebut.

Apalagi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menegaskan larangan praktik open dumping—sistem pembuangan sampah terbuka yang justru memperburuk pencemaran lingkungan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. TPA Cipayung sudah overload, kapasitasnya tak lagi mampu menampung limpahan sampah dari seluruh penjuru kota.

Skintific

Akibatnya, warga sekitar mulai merasakan dampak buruknya. Beberapa mengeluh sakit karena paparan polusi udara. Di sisi lain, muncul pula tempat pembuangan liar karena masyarakat tak punya pilihan lain. Situasi ini menjadi krisis yang tak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Namun di tengah kekacauan itu, secercah harapan muncul dari kolaborasi TNI dan pemerintah daerah. Kodim 0508/Depok, lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, mengambil langkah nyata. Mereka membangun fasilitas pengelolaan sampah dengan teknologi incinerator berbasis zero waste di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Cipayung Jaya—lahan sitaan dari kasus korupsi BLBI yang kini dialihfungsikan untuk kepentingan lingkungan.

TPA Overload, Depok Terapkan Teknologi Pengolah Sampah Tanpa Limbah
TPA Overload, Depok Terapkan Teknologi Pengolah Sampah Tanpa Limbah

Baca Juga : Kota Depok, Polsek Cimanggis Berhasil Tangkap Tiga Begal Sadis

Program ini bukan sekadar formalitas atau proyek seremonial.

Di baliknya, ada sistem yang dirancang dengan teknologi yang bisa mengolah sampah hingga 50 ton per hari. Sebagai gambaran, Depok memproduksi sekitar 1.200 ton sampah setiap hari. Dengan memperbanyak titik pengolahan seperti ini di berbagai kecamatan, krisis sampah bukan tidak mungkin bisa diatasi dalam beberapa tahun ke depan.

Martinus Wahyu Suwarjono, atau akrab disapa Kelik, selaku Koordinator PTAL Kodim 0508/Depok menjelaskan bahwa pengelolaan dimulai dari proses penimbangan, pemilahan, hingga pengolahan akhir. Sampah organik akan berubah menjadi bubur yang kemudian diolah melalui biodigester, menghasilkan gas metan setara LPG yang menjadi bahan bakar untuk menghidupkan mesin incinerator.

Tak hanya itu, sampah non-organik seperti plastik dan kertas pun masih memiliki nilai guna. Mereka mengolahnya melalui teknologi pirolisis yang mampu menghasilkan solar. Energi tersebut kemudian kembali digunakan untuk operasional pengelolaan sampah di lokasi yang sama. Dari proses pembakaran, sisa abu yang dihasilkan bahkan dimanfaatkan untuk menstabilkan pH tanah, menunjukkan bahwa tidak ada yang terbuang sia-sia—benar-benar zero waste.

Kelik menegaskan bahwa pendekatan ini bukan mimpi. Mesin-mesin tersebut sudah berjalan, dan hasilnya sudah terlihat. Tak hanya mengurangi volume sampah, tapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Komandan Kodim 0508/Depok, Kolonel Inf Iman Widhiarto, juga menekankan bahwa peran TNI bukan hanya soal pertahanan. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, ikut memecahkan masalah sehari-hari, termasuk masalah sampah yang semakin mengkhawatirkan. Ia melihat langsung bagaimana sistem open dumping telah menyita begitu banyak lahan produktif hanya untuk menimbun sampah yang tak kunjung habis.

Bayangkan kalau sistem ini terus dipertahankan

Berapa banyak lagi lahan yang akan dikorbankan hanya untuk menjadi kuburan sampah?” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Menurutnya, program seperti ini harus diadopsi lebih luas. Ia bahkan menyarankan agar pengelolaan sampah zero waste diterapkan minimal di tiga sampai empat kelurahan setiap tahun. Dengan begitu, dalam waktu tiga tahun ke depan, Kota Depok bisa terbebas dari krisis sampah.

“Solusi ini konkret. Bukan hanya untuk Depok, tapi bisa jadi inspirasi bagi seluruh daerah di Indonesia,” kata Dedi Mulyadi.

Walikota Depok, Supian Suri, juga tak ketinggalan menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengakui bahwa Pemerintah Kota Depok membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Ia membuka peluang kerja sama seluas-luasnya untuk siapa pun yang ingin terlibat dalam solusi penanganan sampah.

Program ini sangat bermanfaat.

Kami harap TMMD dan inovasi zero waste ini bisa jadi pemicu perubahan besar di Depok,” ujar Supian Suri.

Harapannya jelas: jika program ini berhasil di satu lokasi, maka penyebarannya ke wilayah lain tinggal menunggu waktu. Kota Depok pun bisa bertransformasi dari kota yang krisis sampah menjadi kota pelopor pengelolaan lingkungan modern. Bukan tidak mungkin, satu hari nanti, kawasan bekas pembuangan sampah bisa berubah menjadi taman kota yang hijau dan asri.

Skintific