Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Talud Longsor, 4 Rumah di Candisari Semarang Terendam Aliran Sungai

Skintific

1. Talud Longsor di Candisari: 4 Rumah Terendam Aliran Sungai

Koran Depok Talud Longsor terjadi di Jalan Jangli Raya, Kelurahan Karanganyar Gunung, kecamatan Candisari, Kota Semarang. Longsor ini menyebabkan jalan kampung di pinggir Tol Jatingaleh ambles sedalam kira‑kira 1 meter, membuat akses warga terganggu drastis.

Akibatnya, 4 rumah terdampak langsung, dengan jumlah penghuni 16 jiwa yang terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau sanak keluarga terdekat.

Skintific

Meski korban jiwa nihil, kondisi tebing longsor yang sangat dekat dengan bangunan rumah menimbulkan risiko susulan yang serius.

2. Gelombang Pralolong—Tanda yang Terabaikan

Warga melaporkan bahwa sebelum longsor, beberapa merasakan tanah bergoyang jelang tengah malam. Warga bernama Slamet menyebut kepanikan muncul saat retakan muncul di jalan dan permukaan tanah yang mulai turun.

Intensitas hujan yang tinggi semalam sebelumnya dianggap sebagai pemicu utama. Hujan deras dan durasi panjang merusak stabilitas tanah.

Talut Longsor di Lempongsari Kota Semarang, Menggerus Teras Rumah Mujiono, Seperti Ini Kondisinya - Radar Magelang

Baca Juga: Tunjangan Rumah DPRD DKI Capai Rp 70 Juta per Bulan, Warga: Tak Masuk Logika

3. Tuntutan terhadap Pemda & Respon Pemerintah

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, meminta seluruh lurah untuk segera melakukan pemetaan tebing dan daerah rawan longsor, serta memperhatikan rekahan kecil agar tidak jadi bencana besar.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, bersama Disperkim segera melakukan tindakan mitigasi seperti pemasangan terpal di lokasi longsor, koordinasi dengan pihak terkait, dan distribusi bantuan sembako.

4. Talud Longsor Rumah yang Terendam Aliran Sungai—Apa Maksudnya?

Istilah “rumah terendam aliran sungai” bisa diinterpretasikan sebagai kondisi di mana talud pengendali aliran air/tanah longsor mundur atau rusak, dan aliran air hujan yang seharusnya menuju drainase malah mengalir ke area pemukiman, merendam bagian dasar rumah sejak kondisi talud ambrol atau retak.

Walau laporan resmi belum menyebut detail “terendam aliran sungai”, fenomena drainase tersumbat dan saluran air yang menampung air hujan yang seharusnya dibuang ke sungai besar bisa memperparah efek banjir lokal di area perumahan.

5. Dampak Sosial & Ekonomi

Aspek Dampak/Interpretasi
Keselamatan Jiwa Meski korban jiwa nihil, akses keluar rumah dan keamanan bangunan sangat terganggu. Teras ambles menunjukkan bahaya struktural.
Mobilitas & Akses Jalan ambles 1 meter membuat keluar masuk rumah sulit, transportasi lokal terganggu, warga harus memutar jalur.
Psikologis & Emosional Warga mengalami kecemasan—rasa takut terhadap hujan berikutnya dan kekhawatiran akan longsoran susulan.
Beban Finansial Rumah rusak, barang hilang/basah, biaya mengungsi sementara, serta potensi biaya besar jika harus memperbaiki talud atau bangunan.

6.Talud Longsor Refleksi Kesiapsiagaan Kota & Pelajaran untuk Masa Depan

Longsor di Candisari bukanlah satu-satunya—Semarang secara keseluruhan punya riwayat kejadian talud ambrol dan longsor, terutama di area bertebing dan drainase buruk.

Pemerintah daerah sudah menekankan pentingnya pemetaan area rawan, respons cepat terhadap laporan rekahan tanah, dan peran aktif dari lurah-camat sebagai garda depan kesiapsiagaan.

Inovasi teknis darurat—seperti penggunaan terpal, reinforcing talud, atau memperbaiki sistem drainase—harus menjadi standar respons cepat.


Kesimpulan

Talud longsor di Candisari menggambarkan betapa rawannya kawasan pinggiran kota terhadap bencana hidrometeorologi—kombinasi hujan lebat, drainase kurang memadai, dan struktur tanah yang labil. Untuk mencegah tragedi lebih besar, langkah komprehensif diperlukan: mulai dari pemetaan risiko, peringatan dini dari warga, inovasi struktural, hingga perubahan perilaku dalam tata ruang.

Skintific