Raja Hungaria, St. Stephen I, Diangkat sebagai Pelindung Nasional
Koran Depok – Raja Hungaria hari ini merayakan Hari St. Stephen, mengenang Raja pertama Hungaria, St. Stephen I, yang memainkan peran penting dalam pendirian negara dan penyebaran agama Kristen di wilayah tersebut.
Upacara kenegaraan digelar di Parlemen Hungaria, dihadiri Presiden, Perdana Menteri, dan pemimpin gereja Katolik. Mahkota Suci (Holy Crown) — simbol takhta Kerajaan Hungaria — ditampilkan di dalam kubah parlemen sebagai penghormatan kepada raja yang dinobatkan sekitar tahun 1000 M.
Stephen bukan hanya pendiri negara, tetapi juga pendiri identitas nasional Hungaria,” ujar sejarawan István Balogh dari Universitas ELTE, Budapest.
Dari Pangeran Magyar ke Raja Kristen
Lahir dengan nama Vajk, Stephen adalah anak Pangeran Géza dari suku Magyar. Ia dibaptis sebagai Kristen dalam rangka menyatukan suku-suku pagan dan menjalin hubungan dengan Roma. Setelah menjadi raja, ia secara aktif membangun struktur keagamaan dan administratif yang masih memengaruhi Hungaria hingga kini.
Warisan Abadi
Stephen I dikanonisasi sebagai santo pada tahun 1083. Hari penobatannya, 20 Agustus, kini dirayakan sebagai Hari Nasional Hungaria, lengkap dengan parade, misa akbar, dan pertunjukan kembang api di sepanjang Sungai Danube.
Raja Matthias Corvinus Kembali Dikenang sebagai Tokoh Renaisans Hungaria
Budapest, 15 April — Pemerintah Hungaria meluncurkan pameran besar-besaran di Museum Nasional untuk memperingati Raja Matthias Corvinus (1458–1490), yang dikenal sebagai penguasa paling progresif dalam sejarah negara itu.
Pameran bertajuk “Corvinus: Raja dan Cendekiawan” menampilkan artefak langka, termasuk buku-buku dari Bibliotheca Corviniana, salah satu perpustakaan terbesar di Eropa Renaisans.
“Dia adalah pelindung ilmu pengetahuan dan seni. Dalam banyak hal, Hungaria mendahului Eropa Barat dalam zaman Matthias,” ujar kurator pameran.
Reformasi dan Ketegasan
Matthias juga dikenal sebagai raja yang memperkuat angkatan bersenjata dan menegakkan keadilan. Ia memerintah dengan tangan besi namun tetap dicintai rakyat, terutama karena membuka jalan bagi kebebasan hukum dan menahan pengaruh asing.
Baca Juga: Wujudkan Pendidikan Bermutu Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa
Raja-Raja Hungaria Kembali Disorot: Serial Dokumenter Terbaru Tayangkan Sejarah Monarki Timur Eropa
Budapest, 1 September — Stasiun TV sejarah Eropa Timur merilis serial dokumenter bertajuk “The Crown of the Danube”, mengangkat kisah raja-raja Hungaria dari Stephen I hingga keruntuhan monarki tahun 1918.
Dokumenter ini menampilkan wawancara sejarawan internasional, penggambaran ulang dramatis, dan visualisasi digital Mahkota Suci Hungaria.
Episode pertama membahas masa pemerintahan Ladislaus I, raja ksatria yang dikanonisasi karena keberaniannya mempertahankan wilayah dari invasi asing.
Mahkota Suci Raja Hungaria Akan Dipindahkan untuk Renovasi Keamanan
Budapest, 10 Juli — Pemerintah Hungaria mengumumkan bahwa Holy Crown of Hungary, simbol kekuasaan raja-raja Hungaria sejak abad ke-11, akan dipindahkan sementara dari gedung parlemen untuk restorasi dan peningkatan sistem keamanan.
Mahkota ini diyakini telah digunakan untuk menobatkan lebih dari 50 raja sejak Stephen I. Meski Hungaria kini republik, simbol tersebut tetap dianggap sakral dan dihormati sebagai warisan sejarah nasional.
“Ini bukan hanya benda kerajaan, tetapi jiwa sejarah Hungaria,” kata László Varga, Direktur Arsip Nasional.
