Kemacetan Ekstrem di Gilimanuk DPR Minta Waktu Bongkar Muat Dipangkas Jadi 5 Menit
Koran Depok – Kemacetan Ekstrem di Gilimanuk panjang kembali terjadi di kawasan pelabuhan Pelabuhan Gilimanuk. Antrean kendaraan yang mengular hingga berjam-jam bahkan belasan kilometer memicu sorotan publik, termasuk dari kalangan legislatif.
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mendesak adanya langkah cepat untuk mengurai kepadatan, salah satunya dengan memangkas waktu bongkar muat (TBB) kapal menjadi maksimal lima menit.
Antrean Panjang Lumpuhkan Akses Bali–Jawa
Kemacetan di jalur menuju pelabuhan terjadi akibat lonjakan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa melalui Selat Bali.
Kondisi di lapangan menunjukkan:
Truk logistik terjebak berjam-jam
Kendaraan pribadi mengantre panjang
Aktivitas distribusi barang terganggu
Kemacetan ini bahkan berdampak hingga ke jalur utama di wilayah Jembrana.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 18 Maret 2026
DPR Soroti Lambatnya Proses Bongkar Muat
Anggota DPR menilai salah satu penyebab utama kemacetan adalah lamanya waktu bongkar muat kapal di pelabuhan.
Saat ini, proses tersebut dinilai belum optimal dan sering memakan waktu cukup lama, sehingga memperlambat perputaran kapal.
Usulan yang muncul adalah:
Memangkas waktu bongkar muat menjadi maksimal 5 menit
Meningkatkan efisiensi operasional kapal
Memaksimalkan jadwal keberangkatan
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat arus kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan.
Faktor Lain Penyebab Kemacetan
Selain waktu bongkar muat, beberapa faktor lain juga turut memicu kemacetan ekstrem:
Lonjakan arus kendaraan menjelang periode libur atau mudik
Keterbatasan jumlah kapal yang beroperasi
Cuaca buruk yang menghambat pelayaran
Sistem antrean yang belum sepenuhnya tertata
Kombinasi faktor tersebut membuat kemacetan sulit dihindari tanpa penanganan menyeluruh.
Dampak pada Distribusi Logistik
Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk berdampak langsung pada sektor logistik nasional.
Beberapa dampaknya:
Keterlambatan distribusi barang
Biaya operasional transportasi meningkat
Potensi kenaikan harga barang
Para pelaku usaha pun mengeluhkan kondisi ini karena mengganggu rantai pasok.
Usulan Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Selain pemangkasan waktu bongkar muat, sejumlah solusi lain juga diusulkan:
Jangka Pendek:
Penambahan jumlah kapal penyeberangan
Pengaturan jadwal kendaraan logistik
Sistem antrean berbasis digital
Jangka Panjang:
Modernisasi pelabuhan
Peningkatan kapasitas dermaga
Pembangunan infrastruktur pendukung
Kemacetan Ekstrem di Gilimanuk Respons Operator dan Pemerintah
Pihak operator pelabuhan menyatakan akan mengevaluasi sistem operasional yang ada.
Berkoordinasi lebih intensif
Mengambil keputusan cepat
Menjamin kelancaran arus penyeberangan












