Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Glodok Ramai Pemburu Ornamen Imlek dari Indonesia hingga Luar Negeri

Glodok Ramai Pemburu
Skintific

Glodok Ramai Pemburu Ornamen Imlek dari Indonesia hingga Luar Negeri

Koran Depok – Glodok Ramai Pemburu Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Glodok di Jakarta, yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan barang-barang tradisional Tionghoa, kembali menjadi sasaran utama bagi para pemburu ornamen Imlek. Setiap tahunnya, ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, berdatangan untuk mencari berbagai pernak-pernik khas yang akan mempercantik perayaan Imlek di rumah mereka. Tahun ini, antusiasme masyarakat terlihat semakin besar, seiring dengan pemulihan ekonomi pasca-pandemi yang membuat banyak orang lebih semangat merayakan Imlek secara lebih meriah.

Glodok: Pusat Perdagangan Ornamen Imlek

Kawasan Glodok, yang terletak di Jakarta Barat, dikenal sebagai pusat perbelanjaan bagi komunitas Tionghoa di Indonesia. Berbagai jenis barang kebutuhan sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga maupun perayaan, dapat ditemukan di sini. Namun, menjelang perayaan Imlek, Glodok berubah menjadi surga bagi mereka yang ingin membeli ornamen-ornamen khas Imlek, seperti lampion merah, patung dewa, bunga artificial, hingga pernak-pernik lainnya yang identik dengan perayaan Tahun Baru Tionghoa.

Skintific

Setiap sudut toko di Glodok dipenuhi dengan ornamen berwarna merah dan emas, yang merupakan simbol keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa. Selain itu, berbagai jenis makanan khas Imlek, seperti kue keranjang, dodol, dan jeruk bali, juga dijajakan di sepanjang jalan kawasan ini.

Pemburu Ornamen Imlek dari Indonesia dan Luar Negeri

Keberagaman pengunjung yang datang ke Glodok menunjukkan betapa pentingnya ornamen Imlek tidak hanya bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga bagi mereka yang ingin merayakan budaya dan tradisi yang sudah turun temurun ini. Banyak dari mereka yang datang dari luar Jakarta, bahkan luar pulau, untuk mencari ornamen terbaik bagi perayaan Imlek mereka.

Tak hanya itu, sejumlah pembeli juga datang dari luar negeri, terutama dari negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, menjadi pasar utama bagi pedagang di Glodok. Banyak pembeli yang datang untuk mencari ornamen yang lebih khas atau lebih unik, yang tidak mudah ditemukan di negara asal mereka. Salah satu ornamen yang sangat diminati adalah lampion-lampion berukir tangan yang biasanya hanya diproduksi secara terbatas.

“Setiap tahun saya selalu membeli ornamen Imlek di Glodok. Tahun ini saya membeli beberapa lampion dan patung Dewa Fu Lu Shou untuk menghias rumah. Saya sudah datang sejak pagi dan melihat suasana di sini sangat ramai, banyak orang dari luar kota bahkan luar negeri,” ujar Tony, seorang pengunjung asal Surabaya yang datang khusus untuk membeli ornamen Imlek.

Selain pembeli lokal, banyak pedagang yang juga melayani pembelian online, mengirimkan ornamen Imlek ke berbagai daerah, bahkan ke luar negeri. Permintaan akan ornamen khas Imlek, terutama yang memiliki unsur tradisional dan kualitas tinggi, terus meningkat, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk toko-toko di luar negeri.BERITA FOTO: Menengok Pecinan Glodok yang Ramai Pembeli Menjelang Imlek 2023

Baca Juga: Pengaruh Lionel Messi di Inter Miami Disejajarkan dengan David Beckham

Glodok Ramai Pemburu Ragam Ornamen Imlek yang Diburu

Ornamen Imlek yang dijual di Glodok sangat beragam dan memiliki makna yang mendalam dalam tradisi Tionghoa. Beberapa ornamen yang paling dicari meliputi:

Lampion Merah
Lampion adalah simbol cahaya dan keberuntungan. Mereka dipercaya membawa kebaikan dan mengusir nasib buruk. Lampion-lampion yang dipajang di toko-toko Glodok memiliki beragam ukuran dan desain, mulai dari yang kecil hingga yang besar, dengan harga bervariasi tergantung dari kualitas dan tingkat keunikannya.

Patung Dewa Fu Lu Shou
Patung Dewa Fu Lu Shou, yang melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan umur panjang, selalu menjadi primadona saat Imlek. Banyak pengunjung yang membeli patung ini untuk diletakkan di rumah atau di altar sebagai simbol doa bagi keluarga mereka.

Bunga Artifisial dan Dekorasi Rumah
Bunga artificial, terutama bunga plum dan peony, juga banyak dicari karena melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Selain itu, berbagai dekorasi rumah seperti kipas Tionghoa, gulungan kaligrafi dengan aksara Tionghoa, dan hiasan gantung berbentuk ikan atau ayam jantan juga banyak diminati.

Kue Keranjang dan Makanan Tradisional
Selain ornamen, makanan tradisional Imlek seperti kue keranjang juga laris manis di Glodok. Kue keranjang, yang terbuat dari ketan dan melambangkan persatuan serta keberuntungan, selalu menjadi bagian dari setiap perayaan Imlek.

Glodok Ramai Pemburu Tren Imlek 2023: Ornamen Modern dengan Sentuhan Tradisional

Meskipun ornamen tradisional tetap mendominasi, tren ornamen Imlek tahun ini juga menunjukkan adanya pergeseran ke arah desain yang lebih modern. Banyak toko di Glodok yang kini mulai menjual ornamen dengan sentuhan lebih kontemporer, seperti lampion berbentuk geometris dan patung-patung dewa yang lebih minimalis. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perayaan Imlek sangat kental dengan tradisi, masyarakat juga mulai mengadopsi unsur-unsur modern dalam menghias rumah mereka.

“Imlek itu identik dengan warna merah dan emas, tapi tahun ini saya mencoba desain yang lebih minimalis dan modern. Misalnya, saya membeli lampion berbentuk kubus dan patung Dewa Fu Lu Shou dengan desain yang lebih simpel,” kata Vivi, seorang desainer interior yang membeli ornamen untuk klien-kliennya.

Perpaduan antara elemen tradisional dan modern ini ternyata mendapat sambutan positif dari banyak pengunjung yang ingin memberikan nuansa baru pada perayaan Imlek di rumah mereka.

Dampak Ekonomi dari Perayaan Imlek di Glodok

Perayaan Imlek yang dirayakan dengan penuh meriah di Glodok juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Pedagang ornamen dan makanan khas Imlek mengalami peningkatan penjualan yang signifikan selama beberapa minggu menjelang Tahun Baru Imlek. Bahkan, beberapa toko juga membuka cabang pop-up store di pusat perbelanjaan lain untuk menampung lonjakan permintaan.

Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), ini menjadi kesempatan emas untuk memasarkan produk-produk lokal mereka. Selain ornamen tradisional, produk-produk buatan tangan lokal, seperti kerajinan bambu, tenun, dan pakaian dengan motif khas Tionghoa, juga mulai banyak diminati.

Skintific