Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

China Sentil AS agar Tak Suka Mencaplok Wilayah Negara Lain

Kedubes AS di Riyadh
Skintific

China Sentil AS Agar Tak Suka Mencaplok Wilayah Negara Lain

Koran Depok – China Sentil AS Dalam sebuah pernyataan yang mengundang perhatian internasional, China kembali menegaskan sikapnya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS), dengan mengingatkan Washington untuk berhenti melakukan intervensi dan pencaplokan wilayah negara lain. Peringatan tersebut muncul di tengah ketegangan global terkait dengan politik luar negeri AS yang kerap dianggap melibatkan campur tangan dalam urusan negara lain, terutama terkait dengan wilayah yang disengketakan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam konferensi pers pada Selasa, 9 Januari 2026, secara terbuka menanggapi pernyataan AS yang mendukung kemerdekaan Taiwan dan semakin intensifnya campur tangan Washington dalam masalah laut China Selatan. Zhao dengan tegas menyatakan bahwa negara-negara besar seharusnya tidak “mengajarkan negara lain untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, sementara mereka sendiri justru mengabaikan prinsip-prinsip itu dalam praktiknya.”

Skintific

China Kecam Pendekatan AS di Dunia Internasional

Pernyataan Zhao Lijian merujuk pada sejumlah kebijakan AS yang dianggap sering kali mencampuri urusan dalam negeri negara lain, baik melalui sanksi ekonomi, militer, maupun politik. China mengingatkan bahwa AS sering kali memberikan contoh buruk dalam hal menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, dengan berbagai tindakan yang dianggap mencaplok atau merusak kedaulatan negara-negara lain.

“Negara-negara besar seperti AS sering mengklaim sebagai pelindung kedaulatan global, namun pada kenyataannya mereka kerap bertindak sebaliknya dengan merusak kedaulatan negara-negara lain. Kita melihat contoh nyata dalam sejarah seperti di Timur Tengah, di mana AS mengintervensi wilayah negara-negara yang berdaulat, dan juga dalam masalah Taiwan dan Laut China Selatan,” ujar Zhao.

Menurut China, tindakan AS yang mendukung kemerdekaan Taiwan dan mengintensifkan kehadiran militer di kawasan Laut China Selatan justru bertentangan dengan prinsip-prinsip Hukum Internasional yang mengatur penghormatan terhadap kedaulatan negara.

China Sentil AS agar Tak Suka Mencaplok Wilayah Negara Lain, Singgung soal  Greenland

Baca Juga: Dilema Denmark Lindungi Greenland Mati-matian dari AS, tapi Mereka Ingin Merdeka

China Sentil AS Taiwan dan Laut China Selatan: Titik Ketegangan

Ketegangan antara China dan AS terkait dengan Taiwan dan Laut China Selatan sudah berlangsung cukup lama. AS sendiri terus mendukung kebijakan “Satu China”, tetapi pada saat yang sama memperkuat hubungan dengan Taiwan, yang dipandang sebagai sekutu strategisnya di kawasan Asia-Pasifik. AS juga mengirimkan kapal-kapal perangnya ke Laut China Selatan untuk menunjukkan dukungannya terhadap kebebasan navigasi, yang menurut Beijing adalah provokasi terhadap kedaulatan China.

Tanggapan AS terhadap Peringatan China

Pernyataan China tersebut langsung mendapatkan respons dari pemerintah AS. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, menanggapi bahwa AS tetap berkomitmen untuk melindungi demokrasi dan kedaulatan negara-negara yang menjadi sekutunya, termasuk Taiwan dan negara-negara yang terlibat dalam sengketa di Laut China Selatan. Miller menegaskan bahwa kebijakan luar negeri AS bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut, dan bukan untuk mencaplok wilayah negara manapun.

“Kami akan terus mendukung kebebasan dan hak-hak negara-negara untuk menentukan masa depan mereka sendiri, termasuk Taiwan dan negara-negara di Laut China Selatan. Kami tidak pernah memiliki niat untuk merusak kedaulatan negara lain, tetapi akan tetap memperjuangkan kepentingan negara kami dan sekutu kami,” ujar Miller dalam sebuah konferensi pers.

China Sentil AS Sejarah Intervensi AS: Dari Timur Tengah hingga Asia

China tidak hanya menyoroti isu Taiwan dan Laut China Selatan, tetapi juga mengingatkan AS tentang catatan panjang intervensi militer dan politiknya di berbagai belahan dunia, terutama di kawasan Timur Tengah.  Begitu pula dengan Afganistan, di mana AS menginvasi negara tersebut pada 2001 untuk menghapus Taliban dan menghancurkan al-Qaeda.

Hal ini juga memunculkan kecaman dari banyak negara di dunia yang melihat tindakan AS sebagai bentuk imperialisme modern.

Diplomasi Lanjutan: Duta Besar China Ke Washington Berharap Dialog Terbuka

Untuk meredakan ketegangan yang semakin meningkat, Duta Besar China untuk AS, Xie Feng, mengungkapkan harapan agar kedua negara dapat melakukan dialog terbuka dan mencari jalan tengah untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan mereka. Xie menekankan pentingnya kerja sama dalam isu-isu global seperti perubahan iklim, perdagangan, dan keamanan internasional, yang menurutnya lebih penting daripada perselisihan atas masalah wilayah.

“Kedua negara perlu mencari cara untuk bekerja sama, terutama dalam menghadapi tantangan global yang lebih besar. Meskipun ada perbedaan, kita harus memastikan bahwa kita menjaga komunikasi yang terbuka untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman atau konflik terbuka,” ujar Xie.

Pandangan Global terhadap Ketegangan AS-China

Tindakan AS dan China di tingkat internasional tidak hanya memengaruhi hubungan keduanya, tetapi juga berdampak pada stabilitas geopolitik global. Negara-negara lain yang terlibat dalam sengketa wilayah, seperti Filipina dan Vietnam, memiliki kepentingan dalam menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Asia-Pasifik. Sementara itu, negara-negara Eropa dan sekutu-sekutu AS juga memperhatikan perkembangan ini dengan seksama, terutama karena China semakin menguatkan posisi strategisnya di Asia dan Afrika.

Kesimpulan: Memahami Ketegangan dan Mencari Solusi Diplomatik

Peringatan China terhadap AS untuk tidak melakukan pencaplokan wilayah negara lain menyentil ketegangan yang sudah berlangsung lama di kancah internasional. Meskipun AS tetap berpendirian untuk mendukung sekutu-sekutunya, termasuk Taiwan dan negara-negara di Laut China Selatan, peringatan ini memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk meninjau kembali pendekatan mereka terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

Skintific