Atlet Terjun Payung Jatuh di Laut Pangandaran, Ditemukan Tewas
Koran Depok — Atlet Terjun Payung Jatuh Sebuah tragedi memilukan terjadi di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, setelah seorang atlet terjun payung jatuh ke laut saat melaksanakan latihan rutin. Korban, yang diketahui bernama Dani Prasetyo (27), ditemukan dalam keadaan tewas setelah beberapa jam pencarian oleh tim SAR (Search and Rescue) gabungan.
Insiden tragis ini terjadi pada 1 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban sedang melakukan latihan terjun payung di area yang biasa digunakan untuk kegiatan olahraga tersebut. Menurut keterangan saksi mata, peristiwa tersebut terjadi setelah Dani Prasetyo terjun dari pesawat dalam rangka latihan rutin bersama rekan-rekannya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan sementara, korban saat itu terjun bersama beberapa atlet lain dalam rangka latihan terjun payung yang dilaksanakan oleh Club Parasut Pangandaran. Pada ketinggian sekitar 2.500 meter, Dani dikabarkan mengalami kesulitan saat membuka parasut utama. Diduga kuat, parasut yang seharusnya membantunya melambatkan laju jatuh tidak terbuka sempurna, dan menyebabkan atlet tersebut terjatuh dengan kecepatan tinggi.
Meski dalam kondisi darurat, Dani sempat mencoba untuk mengaktifkan cadangan parasut sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan diri, namun naas, ia tidak berhasil mengendalikan arah dan jatuh ke arah laut sekitar 500 meter dari bibir pantai.
Rekan-rekannya yang terjun bersama segera melapor kepada pihak berwenang, dan dalam waktu singkat, tim SAR yang terdiri dari pemerintah daerah, Polisi Air, dan relawan lokal langsung melakukan pencarian. Setelah beberapa jam pencarian, jenazah Dani akhirnya ditemukan pada pukul 15.00 WIB di perairan sekitar Pantai Barat Pangandaran.
Baca Juga: Polisi Hentikan Kasus Dugaan Bullying SMPN Tangsel
Pernyataan Pihak Keamanan
Pihak Polres Pangandaran langsung memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. AKP Agus Setiawan, Kepala Polres Pangandaran, menyatakan bahwa penyebab pasti dari kejadian ini akan segera diselidiki lebih lanjut oleh tim penyelidik yang berkompeten.
Selain itu, pihak keluarga korban yang sempat dihubungi juga mengungkapkan rasa duka mendalam atas kejadian ini. “Dani adalah anak yang sangat penuh semangat dan berkomitmen pada olahraganya. Kami tidak menyangka bahwa latihan yang selama ini dia cintai akan berakhir seperti ini,” ujar Ibunya, Siti Rohmah.
Reaksi dari Komunitas Terjun Payung
Insiden jatuhnya Dani Prasetyo ke laut menambah daftar panjang kecelakaan olahraga ekstrem yang terjadi di Indonesia. Sejumlah pelatih dan rekan-rekan sesama atlet terjun payung juga turut berbelasungkawa dan meminta agar prosedur keselamatan dalam olahraga ini diperketat.
Kami mendorong pihak berwenang untuk melakukan evaluasi menyeluruh mengenai keselamatan dalam olahraga ini,” kata Marta.
Kegiatan Olahraga Ekstrem dan Risiko yang Terlibat
Para atlet terjun payung wajib mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang ketat sebelum dapat melakukan penerjunan secara independen. Selain itu, mereka juga harus memeriksa secara rutin kondisi peralatan dan mengikuti protokol keselamatan yang ditetapkan oleh federasi.
Meski demikian, insiden seperti yang dialami Dani menunjukkan bahwa kecelakaan dapat terjadi meski prosedur keselamatan sudah dilakukan dengan baik. Hal ini mengingatkan kembali pentingnya perhatian terhadap peralatan, serta pengawasan yang lebih ketat dalam setiap latihan maupun kompetisi.
Tragedi Ini Mengingatkan Kita Akan Pentingnya Keselamatan
Dengan perhatian yang lebih besar terhadap prosedur keselamatan, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa yang akan datang. Olahraga ekstrem memang menawarkan tantangan dan sensasi, tetapi nyawa dan keselamatan atlet harus tetap menjadi prioritas utama.
Kesimpulan: Duka Mendalam dan Pengingat Keselamatan
Peristiwa ini juga mengingatkan kita akan pentingnya prosedur keselamatan yang ketat dalam setiap olahraga ekstrem.












