Bertemu Zelensky Trump Sebut Perundingan Damai Ukraina Bisa Makan Waktu Lama
Koran Depok – Bertemu Zelensky Trump Dalam pertemuan yang berlangsung pada 29 Desember 2025, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pandangannya terkait perundingan damai antara Ukraina dan Rusia, yang hingga saat ini masih berjalan buntu. Dalam pertemuan tersebut, Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di New York, untuk membahas solusi bagi berlarut-larutnya konflik yang sudah berlangsung selama hampir empat tahun.
Dalam kesempatan itu, Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa perundingan damai untuk mengakhiri konflik di Ukraina bisa memakan waktu yang lebih lama dari yang diharapkan banyak pihak. Menurut Trump, meskipun ada sejumlah kemajuan yang tercapai dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, jalan menuju perdamaian penuh masih sangat panjang dan penuh tantangan.
Pernyataan Trump tentang Proses Perundingan Damai
Setelah pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, Trump memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan terkait harapan banyak pihak yang menginginkan perdamaian segera tercapai. “Saya rasa kita harus realistis, perundingan damai ini bisa memakan waktu yang lebih lama dari yang kita pikirkan. Ukraina dan Rusia memiliki kepentingan yang sangat berbeda, dan itu membuat proses negosiasi sangat kompleks,” kata Trump kepada wartawan di luar gedung PBB.
“Saya berharap kita bisa menemukan titik temu, tetapi setiap langkah maju akan sangat lambat, dan harus ada pengorbanan dari kedua belah pihak.”
Baca Juga: Sejarah Somaliland Negara yang Baru Saja Diakui Israel
Zelensky Menyatakan Dukungan terhadap Dialog
Dalam pertemuan dengan Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen untuk menemukan jalan damai, meskipun ia tidak menampik bahwa proses ini bisa berlangsung lama.
“Saya mengakui bahwa perundingan damai bukanlah hal yang mudah. Tapi kami percaya bahwa perdamaian adalah solusi yang terbaik bagi rakyat kami dan dunia. Kami siap untuk berdialog, tetapi di atas semua itu, integritas teritorial kami harus dihormati,” ujar Zelensky dalam pernyataannya.
Zelensky juga menyatakan bahwa meskipun banyak tantangan dalam perundingan ini, Ukraina mengandalkan dukungan dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, untuk memastikan Rusia tetap terikat pada komitmen perdamaian. “Kami ingin memastikan bahwa perundingan ini tidak hanya demi kepentingan Ukraina, tetapi juga untuk keamanan dan stabilitas Eropa secara keseluruhan,” tambah Zelensky.
Proses Perundingan yang Berlarut-Larut
Namun, hingga saat ini, kedua pihak masih terjebak dalam kebuntuan.
Pandangan Trump Mengenai Peran Amerika Serikat
Trump juga menyarankan bahwa Amerika Serikat harus memainkan peran yang lebih aktif, namun dengan pendekatan yang berbeda. “Amerika harus terlibat lebih langsung dalam mengatur perundingan, tetapi kami harus memastikan bahwa ini tidak menjadi peperangan tanpa akhir. Saya selalu berpendapat bahwa kita harus mencari solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, bukan hanya memaksakan satu pihak,” ujar Trump.
Trump menyarankan bahwa kebijakan yang lebih berbasis diplomasi bisa menjadi jalan keluar dari perang yang berlarut-larut ini.
Pentingnya Peran Negara-negara Lain dalam Perundingan
Selain Amerika Serikat, beberapa negara besar lainnya, seperti Tiongkok, Turki, dan negara-negara Uni Eropa, juga memainkan peran penting dalam usaha untuk mengakhiri konflik ini. Peran mediasi dan keterlibatan pihak ketiga sangat penting untuk mengurangi ketegangan dan menciptakan ruang bagi dialog yang konstruktif.
Tiongkok, yang sudah mengusulkan rencana perdamaian awal tahun 2025, juga telah menyarankan agar Rusia dan Ukraina lebih banyak melibatkan negara-negara non-blok dalam perundingan. “Kami percaya bahwa sebuah konsensus global penting untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, bukan hanya antara dua negara, tetapi untuk dunia secara keseluruhan,” kata seorang diplomat Tiongkok dalam pertemuan internasional.
Reaksi Masyarakat Internasional dan Masa Depan Perundingan
Meskipun jalan menuju perdamaian tampak semakin panjang, pertemuan antara Trump dan Zelensky menunjukkan bahwa dialog antara kedua negara terus berlangsung, meski penuh dengan tantangan. Beberapa pengamat internasional mengatakan bahwa peran negara-negara besar dalam mediasi dan tekanan internasional terhadap Rusia akan menjadi kunci dalam menciptakan kondisi yang kondusif untuk perundingan yang lebih efektif.
Masyarakat internasional berharap agar kesepakatan damai dapat tercapai, meskipun prospek jangka pendeknya tampak tidak pasti.
Pertemuan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky membuka kembali pembicaraan mengenai perundingan damai yang akan memakan waktu lama untuk tercapai. Meski demikian, kedua belah pihak, baik Ukraina maupun Rusia, harus terus berkomitmen untuk mencari solusi damai demi mengakhiri penderitaan rakyat Ukraina dan memulihkan stabilitas kawasan. Sebagai mantan Presiden AS, Trump menegaskan bahwa pendekatan diplomatik yang lebih pragmatis adalah kunci, namun tantangan yang ada tetap sangat besar. Perundingan damai ini, meskipun sulit, adalah jalan terbaik untuk menghindari konflik yang lebih meluas dan mengurangi dampak negatif bagi dunia.












