Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Empat Prajurit TNI jadi Tersangka Penganiayaan Prada Lucky hingga Tewas, Puspom Masih Periksa 16 Prajurit Lainnya

Skintific

Empat Prajurit TNI Bahagia Baru Dua Bulan, Berujung Tragis

Koran Depok Empat Prajurit TNI AD yang baru dua bulan resmi berdinas, diangkat sebagai korban kekerasan di Batalyon Pembangunan 834 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Tubuhnya ditemukan penuh lebam, memar, bahkan luka tusukan, dan akhirnya meninggal dunia di RSUD Aeramo pada 6 Agustus 2025


Empat Senior Jadi Tersangka – TNI Terus Dalami Kasus

Penyidik Pusat Polisi Militer (Pomdam IX/Udayana) telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka. Mereka ditahan di Subdenpom IX/1‑1 Ende dan diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan ginjal korban pecah dan luka serius lainnyaKeempat prajurit tersebut adalah:

Skintific
  • Pratu AA

  • Pratu EDA

  • Pratu PNBS

  • Pratu ARR

4 Oknum TNI Terduga Penganiaya Prada Lucky hingga Tewas Diamankan


Baca Juga: Ditangkap KPK, Bupati Koltim Diduga Terima Suap Rp 1,6 Miliar

Empat Prajurit TNI Pemeriksaan Meluas: 16 Prajurit Masih Dalam Pengawasan

Selain empat tersangka, 16 prajurit lainnya juga sedang diperiksa. Mereka dianggap mengetahui proses kekerasan tersebut dan kemungkinan besar dapat menjadi tersangka baru. TNI AD menegaskan bahwa penyelidikan akan dilanjutkan secara transparan dan menyeluruh


Empat Prajurit TNI Sorotan Publik & Tekanan Keadilan

  • Keluarga menuntut keadilan penuh, yakin bahwa jumlah pelaku lebih dari empat dan menolak adanya perlindungan khusus bagi pelaku

  • DPR (Komisi I) dan MPR (wakil ketua Hidayat Nur Wahid) mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan tidak memunculkan kesan pelindung antar-anggotanya. Budaya senior‑junior dalam militer juga dipandang perlu direformasi agar tidak berubah menjadi kekerasan


Tabel Ringkasan Kasus

Aspek Detail
Korban Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit baru TNI AD
Tanggal Meninggal 6 Agustus 2025
Tersangka 4 prajurit senior (Pratu AA, EDA, PNBS, ARR)
Tempat Penahanan Subdenpom IX/1‑1 Ende
Pemeriksaan Lanjutan 16 prajurit lainnya (potensi tersangka baru)
Reaksi Keluarga Mendesak transparansi dan hukuman setimpal
Seruan Reformasi Agar penyidikan militer berjalan objektif dan adil

Refleksi Akhir

Kasus ini membuka isu kelam dalam budaya militer: batas antara tradisi pembinaan dan kekerasan fisik telah kabur. Tuntutan keadilan keluarga, desakan publik, dan sorotan dari tokoh lembaga negara memberi tekanan kuat agar peristiwa seperti ini tidak terulang, dan agar institusi militer tetap profesional serta mengedepankan perlindungan terhadap anggotanya sendiri.

Skintific